Profil Desa Melao

Sejarah Desa Melao

Pada jaman penjajahan Belanda sekitar tahun 1923 sekelompok masyarakat pribumi yang pekerjaannya bercocok tanam di sawa dan ladang dan berkebun ± 25 Kepala Keluarga menetap disebarang air manna/Air seling yang konon kabar bernama dusun Seling, seiring waktu berjalan ada beberapa warga desa tetangga yang yang sehari-hari bekerja sebagai penggarap sawa dan ladang.

Diceritakan pada saat itu merupakan jaman penjajahan, tentunya situasi dan kondisi sangat tidak aman di tambah lagi hidup di pinggiran aliran sungai yg sewaktu-waktu banjir mengancam, timbulah pemikiran-pemikiran dan keinginan untuk pindah ke dataran yang tinggi.

Akhirnya pindahlah semua warga tadi dan dibentuklah nama Desa yaitu Padang Beringin yang memang waktu itu ada pohon beringin besar di pinggir lapangan yg kalah itu tempat warga untuk menjemur padi sambil menunggu di bawah pohon beringin, Kemudian secara musyawarah diangkatlah Depati pertama yaitu : SENAPAN yang menjabat sejak 1923-1952, beberapa tahun kemudian terjadi pergantian Depati yaitu diangkat saudara JA’IL yang menjabat sejak samapai tahun 1959, kemudian semakin berkembang keadaan desa dan wargapun sudah bertambah dengan asas musyawarh mufakat di angkatlah saudara MA’IN Bin MA’ASIF yang waktu itu baru beliau mendapat SK dari Pemerintah Daerah.

Beliau menjabat dari tahun 1960 sampai dengan tahun 1980 an, jaman pemerintahan Sdr MA’IN  ada beberapa Pembangunan yang terlaksana diantaranya Pembuatan Jembatan Gantung Air Sling yg menghubungkan Sentra pertanian ke Desa Setempat, Pembangunan Masjid dan lain sebagainya, kemudian melihat umur yang sudah tua akhirnya saudara MA’IN berhenti dan diangkatlah Saudara DAHLAN yang menjabat selama 3 tahun.

Kemudian kira-kira tahun 1982 an Nama Desa Padang Beringin di ubah dengan nama Desa MELA’O (Kata Mela’o berasal dari kata MELA’ AU yang berarti Mari sama-sama) yang saat itu di jabat oleh Kepala Desa yaitu Saudara YUNG IDIN. Yung Idin menjabat dari tahun 1983 s/d 1986, kemudian di jabat oleh Saudara MU’IN ABU yang menjabat sampai Thn 1990.

Kemudian pada tahun 1991 dilaksanakan Pemilihan Kepala Desa yang Ke-2, dan terpilih lah saudara UNSTARWAN, yang menjabat dari tahun 1991-1998, setelah itu diadakan kembali Pemilihan Kepala Desa yang Ke-3, terpilihlah Saudara SUDIMAN, beliau menjabat dari tahun 1999-2007, kemudian diadakan kembali pemilihan Kepala Desa yang Ke-4 dan terpilih saudari ELENSY OKTOMI yang menjabat dari tahun 2007-2013.

Seiring waktu berputar kembali diadakan pemilihan Kepala desa yang ke-5 dan terpilihlah Saudara ASMINDALI Bin MA’IN yang masih menjabat sampai dengan saat ini, Alhamdulilah gerakan perubahan yang beliau lakukan terlihat sejak beliau 1 tahun menjabat antara lain Perluasan Masjid, Rehab Jembatan Gantung, Pembukaan Badan Jalan dan Rabat Beton menuju Jembatan, MCK, dan Bedah Rumah tak layak huni 20 bh serta 60 persil sertifikat perumahan melalui program PRONA, Siring pasang jln H.tuyib, insyah Allah dan mari kita berdo’a dan berusaha agar Desa Mela’o tercinta ini berkembang pesat sampai akhir zaman.

Mewujudkan Desa Mela’o Menjadi Desa Mandiri Melalui Sektor Bidang Pendidikan, Perkebunan dan Industri Kecil.

  1. Menyelenggarakan pemerintahan yang bersih, amanah dan terbuka berorientasi pada optimalisasi pelayanan kepada masyarakat.
  2. Mendorong berkembangnya kualitas sumber daya manusia Desa Mela’o yang dilandasi nilai-nilai agama dan nilai-nilai luhur budaya untuk mewujudkan masyarakat  Sejahtera, makmur, aman dan sentosa.         
  3. Peningkatan sarana dan prasarana dasar untuk menunjang kesejahteraaan dan meningkatkan pelayanan publik dengan slogan; senyum, cepat dan tepat.
  4. Memanpaatkan potensi sumber daya alam yang berwawasan lingkungan.
  5. Memberdayakan potensi lembaga keuangan untuk mendorong usaha ekonomi masyarakat.
  6. Memberdayakan masyarakat melalui partisipasi aktif dalam pembangunan.
  7. Mewujudkan lingkungan yang bersih, aman dan tertib.
  1. Keteladanan : Prilaku baik dimulai dari Aparat Desa
  2. Berpikir rasional : Menilai segala sesuatu dari segi positif/berdasarkan fakta.
  3. Kreatif : Mengubah pola kebiasaan yang statis menjadi dinamis.
  4. Inovatif : Menyambut kemajuan Iptek untuk Tujuan yang bermanfaat dan Islami.
  5. Kredibel : Bersikap professional dan bekerja dengan jujur serta amanah harapan dan peraturan yang ada.
  6. Akuntabel : Dapat diterima oleh masyarakat sesuai harapan dan peraturan yang ada.
  7. Mapan : Tidak menyerah dalam menghadapi berbagai masalah yang timbul.
  8. Ikhlas : Memandang semua tugas dan kewajiban sebagai amaliah dan kerangka ibada

” Bersama membangun desa, bersatu menciptakan Desa Mela’o Maju “

Struktur Desa

Posted on